Pernikahan Putri Prof. Amin Abdullah: Pembina JmI Sampaikan Hikmah Nikah

Jam'iyyatul Islamiyah (JmI)

Organisasi Jam'iyyatul Islamiyah Berlandaskan pada Alquran dan Hadis serta berasaskan Pancasila dan Undang Undang Dasar 1945

Berita / Berita Detail

Pernikahan Putri Prof. Amin Abdullah: Pembina JmI Sampaikan Hikmah Nikah
Sabtu, 28 Juni 2025
Bagikan : Copy Link Share to WhatsApp Share to Telegram Share to WhatsApp Share to Twitter

Suasana pernikahan Azmi Subha Adil Paramarta, S.Psi., (putri Prof. Dr. H. M. Amin Abdullah) dengan Nuur Muhammad Ilham, S.T. Foto kiri bawah menunjukkan sejumlah tokoh yang hadir, di antaranya Prof. Dr. Komaruddin Hidayat, DR. K.H. Aswin R. Yusuf (Pembina JmI), Prof. Dr. H. Imam Suprayogo, dan Prof. Dr. H.M. Din Syamsuddin.



YOGYAKARTA — Dalam kehidupan modern yang serba cepat, pernikahan sering kali mengalami penyempitan makna menjadi sekadar seremoni dan pencapaian sosial. Padahal, pernikahan bukan hanya tentang menyatukan dua insan, melainkan juga dua hati, dua keluarga, dan dua dunia spiritual yang saling mencari hingga akhirnya dipertemukan dalam perjodohan. Hal inilah yang terasa kuat dalam momen pernikahan Azmi Subha Adil Paramarta, S.Psi., putri ketiga pasangan Prof. Dr. H. M. Amin Abdullah dan Ibu Siti Nurkhayati, S.Ag., dengan Nuur Muhammad Ilham, S.T., putra pertama pasangan H. Muhammad Sahirman, S.Ag. dan Ibu Hj. Nurahmaniah, S.Pd., M.M.Pd., Sabtu (28/06/2025), di Golden Ballroom, Hotel Platinum Yogyakarta. 


Prof. Amin dikenal sebagai cendekiawan Muslim yang memiliki jejaring pergaulan yang luas lintas organisasi, generasi, dan batas keilmuan. Kini, ia dipercaya sebagai Ketua Penasihat Majelis Guru Besar Jam’iyyatul Islamiyah (JmI) sekaligus menjabat sebagai Anggota Dewan Pengarah Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP). Tak heran jika pernikahan putri bungsunya ini disambut dengan suka cita oleh keluarga besar JmI dan para sahabat serta kolega Prof. Amin dari berbagai penjuru tanah air. 


Kebahagiaan itu terasa dari banyaknya tamu undangan dari kalangan akademisi dan pemimpin lembaga keagamaan yang hadir. Di antaranya, Prof. Dr. Haedar Nashir (Ketua Umum PP Muhammadiyah), Prof. Dr. H.M. Din Syamsuddin (Wakil Ketua Umum MUI 2005–2010, Ketua Kehormatan Konferensi Dunia Agama untuk Perdamaian/WCRP), Prof. Dr. Komaruddin Hidayat (Rektor Universitas Islam Internasional Indonesia 2019–2024) yang bertindak sebagai saksi dari pihak calon pengantin wanita, dan Prof. Dr. H. Imam Suprayogo (Mustasyar PWNU Jawa Timur 2019–2023) sebagai saksi dari pihak calon pengantin pria. 


Kemeriahan juga terasa dari banyaknya deretan karangan bunga ucapan selamat yang mengelilingi hotel tempat berlangsungnya akad nikah. Di antaranya terpajang karangan bunga dari Presiden ke-5 RI, Prof. Dr. (H.C.) Hj. Megawati Soekarnoputri, dan Wakil Presiden ke-6 RI, Jenderal TNI (Purn.) H. Try Sutrisno. Semua ini bukan hanya tanda penghormatan, tetapi juga ungkapan kasih dari mereka yang pernah bersentuhan langsung dengan Prof. Amin dalam berbagai forum kebangsaan maupun ruang-ruang keilmuan. 


Dalam momen yang istimewa ini, Pembina JmI, DR. K.H. Aswin R. Yusuf, didapuk untuk menyampaikan nasihat pernikahan dengan tema “Memahami Hikmah Pernikahan dalam Islam”. Dalam nasihatnya, Pembina mengajak hadirin untuk menyelami hakikat pernikahan sebagai peristiwa ruhaniah, bukan sekadar prosesi duniawi. Beliau menegaskan bahwa pernikahan sejatinya menyatukan dua ruh yang ditiupkan oleh Tuhan untuk menyempurnakan kehidupan manusia. Ruh secara fitrah telah membawa sifat sidik, amanah, tablig, dan fatanah. Beliau mengingatkan, janji pernikahan tidak hanya disaksikan penghulu atau keluarga, tetapi juga oleh Allah dan Rasul-Nya, serta para malaikat. Karenanya, kesadaran akan dimensi spiritual dalam pernikahan akan menjauhkan manusia dari kekerasan, pengkhianatan, dan perceraian. 


Dalam kesempatan itu, Prof. Amin Abdullah turut menyampaikan pesan pernikahan melalui naskah bertajuk “Catur Laksono”. Naskah ini berisi empat prinsip utama dalam membina rumah tangga, yaitu bersyukur atas karunia Tuhan, berbakti kepada orang tua dan mertua, membangun rumah tangga dengan kasih dan saling pengertian, serta menjadikan pernikahan sebagai ladang pengabdian kepada agama, bangsa, dan negara. 


Rangkaian prosesi akad nikah hingga resepsi pernikahan ditutup dengan doa oleh Prof. Dato’ Haji Shushilil Azam Bin Shuib (Pengarah Education Malaysia, Kementerian Pendidikan Tinggi Malaysia, dan Pengarah Serantau Education Malaysia untuk Timur Tengah, Asia Tengah, dan Asia Selatan). Dalam doanya, Dato’ Azam mengiringi harapan agar pasangan pengantin senantiasa berada dalam naungan berkah, dikaruniai keturunan yang saleh dan salehah, serta menjadi keluarga yang sakinah, mawaddah, wa rahmah.


© 2023 Organisasi Jam'iyyatul Islamiyah (JmI)

v.1.0.0